TikTok Shop Ditutup, Begini Cara Belanja Online pada WhatsApp

TikTok Shop Ditutup, Begini Cara Belanja Online pada WhatsApp

kaptenberita.com –

Jakarta – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meyakinkan WhatsApp mengantongi izin sebagai Social Commerce. Ini menghasilkan sistem hal yang cuma dapat semata mengiklankan atau iklan perusahaan dalam tempat dalam platformnya.

Read More

Dalam Permendag 31 tahun 2023 dijelaskan beberapa syarat untuk wadah digital menjadi Social Commerce. Misalnya pada Pasal 1 ayat (17), Social Commerce diartikan sebagai penyelenggara media sosial yang mana mana menyediakan fitur, menu, dan juga juga atau infrastruktur untuk penjual sanggup memasang penawaran barang juga atau jasa.

Social Commerce juga dilarang memfasilitasi transaksi dalam platform. Ini tertuang dalam Pasal 21 ayat (3).

Dalam WhatsApp Business Summit pada Jakarta, Rabu (1/11/2023), diketahui WhatsApp Business menghadirkan pengalaman berbelanja di dalam tempat dalam platform. Namun WhatsApp tiada menyediakan transaksi dalam dalam dalamnya.

Salah satu yang yang dicontohkan adalah WhatsApp Business milik Alfagift. Pengguna dapat memilih barang lalu memesannya secara langsung menggunakan WhatsApp.

WhatsApp BusinessFoto: WhatsApp Business
WhatsApp Business

Selain memilih barang, pengguna juga bisa jadi jadi menentukan tempat pengantaran. Namun pembayaran diimplementasikan pada luar aplikasi WhatsApp.

CNBC Indonesia bergabung mencoba membeli barang melalui akun tersebut. Pembayaran tiada ada diimplementasikan di tempat dalam dalam media melainkan dibawa ke website Alfagift, dalam mana terdapat beberapa opsi dari e-Wallet kemudian transfer.

Ditemui dalam kesempatan yang dimaksud sama, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjamin WhatsApp miliki izin sebagai Social Commerce. Dia juga menyebut keputusan itu sebagai langkah yang tersebut mana adil untuk berdagang.

Zulhas menjelaskan WhatsApp akan bertindak sebagai sistem yang digunakan memperkenalkan bisnis. Platform pesan instan itu tak akan bertindak juga sebagai penjual.

“Saya kira WhatsApp adanya di area tempat pada tempat ini (Social Commerce), lebih lanjut besar adil,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan WhatsApp untuk terus menjadi Social Commerce. “Enggak usah mengambil bagian membuka warung,” ujar Zulhas.

Artikel Selanjutnya Bu Rudy Curhat Diejek Jadul, Kini Jualan Sambal Pakai Ini

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *